Struktur Kurikulum

Komitmen kami dalam menyajikan standar pendidikan berkualitas tinggi, inovatif, dan adaptif untuk membentuk masa depan siswa yang cemerlang.

Kurikulum Merdeka SMP Bina Karya Kreatif

1. Pendahuluan

SMP Bina Karya Kreatif menerapkan Kurikulum Merdeka yang difokuskan pada keleluasaan pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Kami mengedepankan pengembangan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila dan penguasaan literasi digital.


2. Struktur Kurikulum (Mata Pelajaran)

Pembelajaran dibagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu Intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kelompok Mata Pelajaran Umum:

  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti: Menanamkan nilai spiritualitas dan etika.

  • Pendidikan Pancasila: Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.

  • Bahasa Indonesia: Mengasah kemampuan komunikasi dan literasi.

  • Matematika: Mengembangkan pola pikir logis dan kritis.

  • IPA & IPS: Memahami fenomena alam dan dinamika sosial.

  • Bahasa Inggris: Mempersiapkan siswa untuk komunikasi global.

Kelompok Pengembangan & Kreativitas:

  • Informatika: Fokus pada dasar-dasar pemrograman, desain grafis, dan penggunaan teknologi secara bijak.

  • Seni dan Prakarya: Mengeksplorasi potensi kreatif siswa melalui karya tangan dan seni visual.

  • PJOK: Menjaga kebugaran jasmani dan sportivitas.


3. Program Unggulan Kreatif

Untuk mendukung nama "Kreatif" sekolah kami, terdapat beberapa program khusus:

  1. Digital Classroom: Penggunaan platform digital dalam pengumpulan tugas dan materi pembelajaran.

  2. Creative Day: Satu hari khusus di setiap bulan untuk unjuk bakat dan hasil karya siswa.

  3. Literasi Terintegrasi: Kegiatan membaca dan merangkum yang dilakukan sebelum jam pelajaran pertama dimulai.


4. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Siswa akan mengerjakan projek lintas mata pelajaran dengan tema:

  • Gaya Hidup Berkelanjutan: Contoh: Pengelolaan sampah sekolah menjadi produk bernilai guna.

  • Kearifan Lokal: Contoh: Eksplorasi budaya dan kesenian tradisional Bogor.

  • Bangunlah Jiwa dan Raganya: Contoh: Kampanye anti-bullying dan kesehatan mental remaja.


5. Kriteria Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas didasarkan pada:

  • Laporan kemajuan belajar (Nilai Rapor).

  • Laporan pencapaian projek (P5).

  • Portofolio karakter dan sikap siswa selama di lingkungan sekolah.

  • Persentase kehadiran minimal 90% dalam satu tahun ajaran.

Punya Pertanyaan? Hubungi kami untuk info akademik lebih lanjut.
Hubungi Kami